TOGA SINAGA    News

Public User   Log Out 

DETAIL BERITA

Posted By : Manumpak Sinaga, SE.Ak
Date : Kamis, 16 Juni 2011 - 03:50:49 WIB

Bupati Serahkan Bantuan Untuk Korban Gempa Tarutung



*Ratusan Rumah, Sejumlah Masjid, Gereja Dan Sekolah Rusak
Tarutung, Sumut,  ( Berita ) : Bupati Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Torang Lumbantobing bersama unsur Muspida menyerahkan bantuan bagi korban bencana gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang terjadi dua kali pada Selasa (14/6) pukul 07:08 WIB dan 10:01 WIB di wilayah tersebut.
“Bantuan uang tunai sebesar Rp.150 juta ditambah 700 karung beras diberikan guna meringankan beban warga akibat terjadinya gempa berkedalaman 10 Km di Kecamatan Pahae Jae, Pahae Julu dan Simangumban,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tapanuli Utara Ros Manurung di Tarutung, Rabu [15/06]. Selain itu, kata dia, turut diberikan sebanyak 1.000 kg gula putih, minyak goreng 300 kg, sebanyak 20 roti kaleng besar, 100 kardus Air mineral dan 100 kotak mie instant.
Guna membantu warga yang rumahnya tertimpa rusak berat akibat goncangan gempa yang berpusat di 1.79 lintang utara (LU) dan 99.13 bujur timur (BT) tersebut, juga diserahkan 2.000 lembar papan untuk dipergunakan membangun rumah warga yang mengalami kerusakan.
Disebutkannya, bantuan kemanusiaan serupa juga diterima dari berbagai pihak, di antaranya, Yayasan Surya beralamat di Medan dan sejumlah perusahaan yang telah berjanji akan memberikan bantuan dalam waktu dekat. “Kita mendapat instruksi dari Bupati, agar seluruh aparat Pemkab Taput siap siaga untuk kondisi tanggap darurat,” kata Manurung.
Gempa yang terjadi 30 km arah tenggara Kota Tarutung tersebut telah menyebabkan kerusakan pada tiga kecamatan, yakni rusaknya sejumlah rumah ibadah, gedung sekolah, 179 unit rumah penduduk serta korban luka ringan sebanyak 50 orang.
Hutabarat, seorang warga dari kecamatan Pahae Jae yang rumahnya rusak akibat guncangan bencana gempa, mengaku dirinya sangat terharu atas bantuan yang diberikan pihak pemerintah daerah dalam meringankan beban mereka.
Ia mengatakan, dirinya masih trauma sehingga bersama sejumlah anggota keluarganya memilih untuk tinggal di tenda pos penampungan.Selain itu, kata dia, luka ringan yang dialaminya bisa diobati pada Posko Kesehatan yang ada di lokasi penampungan.
“Meski petugas telah menginformasikan kemungkinan gempa susulan tidak akan terjadi lagi, tapi kami masih merasa khawatir. Untuk itu, kami memutuskan sementara waktu akan menempati tenda yang ada di pos penampungan,” kata Hutabarat.
 


130 korban luka ringan
PMI Kabupaten Tapanuli Utara mengerahkan tim yang terdiri dari seorang dokter dan empat perawat untuk memberikan pertolongan pertama ke pusat gempa di wilayah Pahae Julu, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima, Rabu (15/6), PMI mencatat terdapat 130 korban mengalami luka ringan. Sebagian besar warga juga telah meninggalkan rumah mereka yang rusak terkena dampak gempa.
’Mereka telah berangkat untuk memberikan pertolongan pertama kepada 130 korban yang mengalami luka ringan. Para warga juga telah berada di luar rumah mereka dan mendirikan tenda-tenda darurat karena takut terjadi gempa susulan,’ kata Sekretaris PMI Kabupaten Tapanuli Utara dr. Ricardo.
Sementara badan Penang-gulangan Bencana Daerah Tapanuli Utara, Sumatra Utara melakukan pendataan terha-dap kerusakan akibat bencana gempa berkekuatan 5,5 skala Richter yang terjadi dua kali pada Selasa (14/6) pukul 07:08 WIB dan 10:01 WIB di wilayah tersebut.
’Kita telah mendata serta membuat laporan atas kerusa-kan dan korban yang terjadi akibat guncangan gempa berke-dalaman 10 km di bawah tanah, pada 30 km arah tenggara kota Tarutung tersebut,’ ujar Kepala Badan Penanggulangan Ben-cana Daerah Tapanuli Utara Tumbur Hutabarat di Tarutung, Rabu (15/6).
Ia mengatakan, gempa berpusat di 1.79 lintang utara (LU) dan 99.13 bujur timur (BT) itu telah mengakibatkan sejumlah kerusakan di kecamatan Pahae Jae, yakni, rubuhnya 11 ruang kelas gedung SMA negeri 1, karena rusak berat dan kerusakan pada lima belas ruang kelas SMP Negeri 1.
Selain itu, kerusakan terjadi pada sejumlah rumah ibadah, di antaranya, Masjid Raya Aek Botik, gereja HKI, gereja HKBP Sukamaju serta gereja Bethel Injil yang mengalami rusak berat.
’179 unit rumah penduduk rusak dan korban luka ringan mencapai 50 orang serta mengakibatkan kerusakan pada Balai Benih Ikan dan dua unit bangunan PAUD ditambah 1 unit gedung TK,’ kata Tumbur.
Kerusakan di kecamatan Pahae Julu, kata dia, mengakibatkan tiga titik jalan lintas Sumatera mengalami longsor dan kerusakan pada gereja HKBP Sigompulon dan HKBP Siumataniari serta satu unit rumah penduduk.
Di kecamatan Simangumban, lanjutnya, guncangan gempa mengakibatkan tujuh unit rumah penduduk rusak berat, 26 unit rusak ringan, 1 unit gereja HKBP dan 1 unit Masjid rusak ringan serta 1 unit gedung SD mengalami kerusakan ringan. Ia mengatakan, pihaknya telah menghimbau penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar tinggal di tenda sementara.
’Pemda setempat telah berupaya mendirikan Posko dan masih terus mendata kerusakan lain serta menyarankan warga korban untuk tinggal pada tenda yang disediakan,’ kata Tumbur.


 


sumber : beritaseore.com


Dibaca : 891 orang | Komentar : 0 kali |


Untuk dapat memberikan komentar, anda harus LogIn sebagai Anggota