TOGA SINAGA    News

Public User   Log Out 

DETAIL BERITA

Posted By : Administratur
Date : Kamis, 31 Maret 2011 - 00:04:44 WIB

Gerakan Penguatan 10.000 Wirausaha



JAMBI, KOMPAS.com Sebanyak 10.000 wirausaha di Jambi akan diperkuat melalui bantuan kredit usaha rakyat oleh perbankan. Melalui KUR, jumlah pelaku usaha kecil dan menengah akan semakin bertambah dan bertumbuh pesat.

Wakil Ketua Kadin Provinsi Jambi A Shomad mengatakan, gerakan penguatan 10.000 wirausaha dimulai tahun ini. "Pencanangannya akan dilakukan oleh Wakil Presiden Boediono yang berkunjung ke Jambi pada 1 dan 2 April mendatang," katanya.

Menurut Shomad, pihaknya berharap akan semakin banyak UKM bertumbuh dan wirausaha yang telah ada semakin kuat. Selain itu juga mengadakan pelatihan dan pemberdayaan yang bersifat menguatkan kemampuan berwirausaha.

Pihaknya juga akan mendukung akses bantuan permodalan kepada perbankan. "Di Jambi, ada lima bank yang menyalurkan KUR, yaitu Bank Mandiri, Bank Bukopin, BRI, BNI, dan BTN," katanya.

Shomad melanjutkan, banyak warga Jambi berminat menjadi wirausaha, namun mereka kerap terkendala permodalan. Bantuan kredit lunak dari perbankan pun cenderung sulit diperoleh karena bank mensyaratkan agunan.  

Di tempat terpisah, Kepala Bank Indonesia Provinsi Jambi Miing Hasanuddin mengatakan, perbankan cenderung berhati-hati menyalurkan kredit karena ada tuntutan memiliki performa yang baik.

"Tingginya tingkat kredit macet dapat menurunkan performa bank tersebut. Selain itu, pertumbuhan UKM di Jambi juga kurang pesat sehingga memungkinkan penyaluran kredit UKM tidak maksimal," katanya.

Meskipun begitu, lanjutnya, bank tetap harus mematuhi aturan penyaluran kredit bagi usaha kecil di bawah Rp 20 juta tanpa harus menyertakan agunan.

Berdasarkan data kantor Menko Perekonomian, realisasi kredit untuk UKM hanya mencapai Rp 283 miliar pada 2010. Nilai ini lebih rendah dari plafon penyaluran sebesar Rp 596 miliar.

Data Bank Indonesia Jambi menyebutkan, realisasi yang sama pada tahun 2010 mencapai Rp 353 miliar, dari nilai plafon Rp 423,7 miliar. Adapun kredit macet penyaluran bantuan tersebut mencapai di bawah 5 persen.


 

KOMPAS.com Rabu, 30 Maret 2011


Penulis: Irma Tambunan | Editor: Benny N Joewono

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by


Dibaca : 677 orang | Komentar : 0 kali |


Untuk dapat memberikan komentar, anda harus LogIn sebagai Anggota